20 Shahabiyah Rasulullah Saw. yang Asing di Telinga Kita

20 Shahabiyah Rasulullah Saw. yang Asing di Telinga Kita

shahabiyah rasulullah

Jika meyambut para shahabiyah Rasulullah Saw. tentu kita akrab dengan nama-nama Asma binti Abu Bakar, Asma binti Umais, Sumayyah binti Khayyath dan sebagainya. Lalu, bagaimana dengan para shahabiyah Rasulullah yang jarang kita dengar namanya ?

Dibawah ini adalah para Shahabiyah Rasulullah Saw. yang asing ditelinga kita, dengan penjelasan biografi singkatnya :

  1. Arwa binti Abdul Muthalib (wafat 15 H)

Bibi Rasulullah ini, termasuk wanita yang terpandang pada masa Jahiliah dan masa Islam. Beliau memiliki ide-ide yang jernih dan profesional melantunkan syair

  1. Fatimah binti Qais bin Khalid (wafat 50 H)

Sahabat wanita yang berpandangan luas ini termasuk rombingan yang pertama berhijrah. Di tempat kediamannya lah diselenggarakan pertemuan tokoh-tokoh Islam (ahli syura) untuk memusyawarahkan pengganti khalifah sepeninggal Umar.

  1. Gazalah Al-Hurairah (wafat 77 H)

Istri Syabib bin Yazid Al-Haruri ini terkenal sebagai wanita pemberani dan tangkas. Beliau ikut berperang dalam beberapa kali pertemuan sebagaimana pahlawan lainnya. Terdapat sebuah cerita populer tentang dirinya yaitu larinya Hajjaj karena tidak mampu menghadapinya dalam sebuah pertempuran.

  1. Hinding binti Utbah bin Rabiah (wafat 14 H)

Sahabat wanita dari suku Quraisy yang terkenak dengan kefasihan kelantangan, ide-ide yang gemilang dan tegas ini, cukup profesional dalam membacakan syair. Sebelum masuk Islam dia sering membangkitkan semangat kaum musyrikin untuk menghantam kaum muslimin. Dia masuk Islam pada waktu penaklukan Kota Mekkah dan berkesempatan pula mengikuti Perang Yarmuk serta aktif membangunkan semangat kaum muslimin dalam melawan tentara Romawi

  1. Juwairiah binti Abu Sofyan (wafat 54 H)

Seorang sahabat dan pejuang wanita yang turut menggempur musuh secara langsung pada Perang Yarmuk. Beliau juga ikut dalam berbagai pertemuan lainnya yang membuktikan bahwa dia adalah wanita pionir yang tangkas.

  1. Khaulah binti Azwar Al-Asadi (wafat 35 H)

Penyair wanita yang termasuk pemberani ini mirip dengan Khalid bin Walid dalam aktifitas kemiliterannya. Dia mempunyai kumpulan cerita tentang penaklukan negeri-negeri Syam. Syair-syairya dianggap sebagai syair yang melukiskan kemualiaan dan kemegahan

  1. Laila Al-Gifariah (wafat 40 H)

Sahabat wanita yang terpandang ini sering mengikuti Rasulullah ke Medan tempur untuk mengobati pejuang yang sakit dan terluka. Pada waktu Perang “Jamal” ia ikut berangkat ke Basrah berperang di barisan Ali bin Abu Thalib.

  1. Lubabah Kubra (Lubabah binti Harits Al-Hilali) (wafat 30 H)

Istri Abbas bini Abdul Muthalib ini, termasuk wanita terhormat yang melahirkan banyak tokoh. Beliau masuk Islam di Mekkah setelah Khadijah, dengan demikian dia adalah wanita kedua masuk Islam

  1. Mauzah binti Abdullah Al-Adawiah (wafat 83 H)

Wanita ini adalah pakar hadits yang banyak meriwayatkan hadits dari Aisyah dan Ali bin Abu Thalib ra. Dia termasuk perawi yang terpercaya yang mencapai tingkat siqah dan hujjah dalam ilmu hadits.

  1. Qatilah binti Harits bin Kaldah (wafat 20 H)

Penyair wanita ranking pertama ini, adalah saudara kandung Nadhar yang sering menghalang-halamgi orang-orang yang ingin menemui Nabi. Beliau berhasil menawan dan membunuh saudaranya pada Perang Badar, seraya melantunkan sebuah syair yang dianggap merupakan sebab Rasulullah Saw. melarang membunuh tawanan Quraisy. Beliau masuk Islam dan meriwayatkan hadits-hadits dari Rasulullah Saw.

  1. Rabayi’ binti Mi’waz bin Harits Al-Anshariah (wafat 45 H)

Sahabat wanita yang terkemuka ini sempat membaiat Rasulullah pada waktu Baiat Ridwan dan turut dalam berbagai pertempuran bersama Rasulullah Saw. Dia bertugas mensuplai minuman kepada para pejuang dan merawat serta mengobati mereka serta mentransportasikan pahlawan yang gugur dan yang luka-luka ke Madinah

  1. Rufaidah Al-Anshariah (wafat 35 H)

Sahabat wanita juru rawat tentara yang luka-luka ini telah mengabdikan dirinya untuk melayani para pejuang Islam dan dianggap sebagai juru rawat pertama dalam sejarah Islam. Dialah yang membalut luka Saad bin Abu Waqash ketika dibawa ke kemahnya sewaktu Perang Khandaq

  1. Rumaisha binti Milhan

Sahabat wanita terpandang, ibu Abas bin Malik ini, ikut dalam beberapa kail pertempuran. Pada waktu Perang Uhud, dia bertugas sebagai pensuplai minuman para pejuang dan mengobati yang cedera.

Pada waktu Perang Hunain dia bersama Aisyah bertugas mengambil air dan membawanya dengan kantong-kantong kulit diberikan kepada kaum muslimin di saat perang sedang berkecamuk, setelah itu mereka kembali lagi mengambil air dan membawanya ke barisan kaum muslimin

  1. Subaiah binti Harits

Subaiah binti Harits Al-Aslamiah ini adalah seorang sahabat wanita yang pernah kawin dengan Saad bin Khaulah dari suku Bani Amir yang berasal dari Bani Luai. Saad , suaminya, sempat ikut dalam Perang Badar dan wafat ketika melaksanakan haji wada. Umar bin Abdullah bin Arqam meriwayatkan hadits yang berkenaan dengan talak dan sahabat wanita ini.

  1. Syifa binti Abdullah Al-Adawiyah Al-Qurasyiah (wafat 20 H)

Sahabat wanita yang terkemuka ini, pada zaman Jahiliah sudah pandai tulis-baca dan setelah Islam dia mengajari Hafsah (istri Rasulullah Saw.) tulis-baca. Rasulullah memberikan kepadanya sebuah rumah di Madinnah. Umar bin Khattab selalu mengutamakan pendapatnya.

Baca juga : Kisah Sakaratul Maut Seorang Pemuda Yang Berbakti Kepada Ibunya

  1. Ummu Athiyah Al-Anshariah (Nasibah binti Harits) (wafat 8 H)

Sahabat wanita terkemuka ini, sempat berbaiat kepada Rasulullah, meriwayatkan hadits-hadits dari beliau dan mengikuti beliau berperang sebanyak tujuh kali peperangan. Dia bertugas membuat makanan untuk pejuang muslimin, mengobati tentara yang terluka dan merawat yang sakit.

  1. Ummu Darda (Khairah binti Abu Hadrad Al-Aslami) (wafat 30 H)

Sahabat wanita yang terkemuka dan memiliki ide-ide yang cemerlang ini berhasil menghafal banyak hadits Rasulullah. Banyak tabiin yang meriwayatkan hadits dari beliau, seperti Sofwan bin Abdullah. Beliau berdomisili di Madinah dan meninggal di negeri Syam (Suriah)

  1. Ummu Kulsum binti Uqbah bin Muit (wafat 40 H)

Sahabat wanita yang masuk Islam di Mekah ini adalah wanita yang ikut berhijrah dalam periode pertama. Beliau berjalan kaki dari Mekkah menuju ke Madinah.

Ummu Qais binti Mihsan. Nama aslinya adalah Aminah binti Mihsan Al-Asadiah, seorang sahabat wanita yang telah memeluk Islam dari sejak dini dan ikut berhijrah dan membaiat Nabi. Dialah wanita yang datang menyerahkan bayinya kepada Nabi yang kemudian oleh Nabi diletakkan di atas pangkuannya, bayi tersebut buang air kecil, Nabi menyuruh mengambil air dan menyiramkannya ke atas bagian pakaian yang terkena air kencing tanpa dicuci

  1. Ummu Waraqah binti Abdullah bin Harits (wafat 15 H)

Sahabat wanita yang sempat berbaiat kepada Rasulullah ini adalah hafal dan mempunyai koleksi Al-Quran. Beliau sempat mengikuti Perang Badar, di saat itu dia mengobati tentara yang terluka dan merawat yang sakit

  1. Zainab binti Ali bin Abu Thalib (wafat 62 H)

Dia adalah saudara kandung Hasan dan Husain yang sempat ikut bersama saudaranya Husain dalam Perang Karbela. Dia dikenal dengan kewibawaan dan kepandaian berpidato dengan gaya bahasa yang menarik

Itulah 20 shahabiyah rasulullah yang cukup asig ditelinag kita.

Sumber : bersamadakwah.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *