Berqurban Secara Online, Bolehkah?

Berqurban Secara Online, Bolehkah?

Di jaman modern seperti sekarang ini, hampir seluruh kegiatan atau transaksi bisa dilakukan secara online, termasuk salah satunya yaitu berqurban. Sudah banyak agen-agen resmi yang menerima qurban secara online. Sebetulnya, prinsipnya sama dengan mengirim hewan qurban ke luar daerah atau mengirim sejumlah uang untuk digunakan berqurban di luar daerah.

berqurban

Satu hal yang penting untuk kita pahami, bahwa pada asalnya, tempat menyembelih qurban adalah daerah orang yang berqurban. Karena demikianlah yang dipraktekkan Nabi Saw. dan para sahabat. Bahkan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ra. sangat memotivasi masyarakat agar berqurban di daerah di mana dia berada. Meskipun, masyarakat setempat sudah mampu atau tergolong kaya. Karena tujuan utama berqurban, bukan semata-mata mendapatkan dagingnya, tapi lebih pada menerapkan sunnah dan syiar kaum muslimin. Allah Swt. berfirman,

“Daging (hewan qurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu. Demikianlah Dia menundukkannya untukmu agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepadamu. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.”  (QS Al Hajj : 37)

Bagian dari bertakwa kepada Allah ketika berqurban adalah menjaga sunnah dan syiar dalam berqurban. Sementara ketika mengirim hewan qurban ke luar daerah, dipastikan akan ada beberapa sunnah yang hilang. Diantara sunnah yang tidak terlaksana ketika seseorang mengirim hewan qurban ke luar daerah adalah :

Pertama, Dzikir kepada Allah ketika penyembelihan hewan qurban. Allah Swt. berfirman, ketika menjelaskan tentang berqurban,

“…. Maka sebutlah nama Allah (ketika kamu akan menyembelihnya) dalam keadaan berdiri (dan kaki-kaki telah terikat…..” (QS Al Hajj : 36)

Sahibul qurban tidak bisa melakukan ajaran ini, jika hewan qurbannya di sembelih di tempat lain.

Kedua, menyembelih hewan qurban sendiri atau turut menyaksikan penyembelihan hewan qurbannya, jika diwakilkan kepada orang lain. Menyerahkan hewan qurban ke daerah lain, tidak akan mendapatkan keutamaan ini.

Ketiga, makan daging qurban dianjurkan bagi sahibul qurban untuk memakan bagian hewan qurbannya. Allah Swt. berfirman,

“……. Maka, makanlah sebagian darinya dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakkir.” (QS  Al Hajj : 28)

Keempat, Sahibul qurban tidak mengetahui kapan hewannya disembelih. Sementara sahibul qurban disyariatkan untuk tidak potong kuku maupun rambut, sampai hewan qurbannya disembelih.

Berdasarkan alasan ini, beliau melarang mengirim hewan kurban dalam keadaan hidup maupun mengirim sejumlah uang untuk dibelikan hewan kurban dan disembelih di tempat lain. (Liqa’at Bab al-Maftuh, volume 92, no. 4)

Jadi, lebih baik menyembelih di tempat sendiri, selanjutnya anda dapat mendistribusikan daging qurban tersebut keseluruh daerah.

Baca juga : 4 Pandangan Mengenai Nikah Muda Dalam Kacamata Islam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *