Hari Patah Hati Nasional ?

Hari Patah Hati Nasional ?

patah hati nasional

Hari patah hati nasional? Hari patah hati dunia akhirat? Astagfirullah. Beberapa hari lalu semua mengetahui bahwa salah seorang imam Masjid Salman ITB juga merupakan hafizh quran yang banyak digandrungi oleh para muslimah sudah melangsungkan pernikahannya pada 07 Juli 2017. Media sosialpun dipenuhi dengan komentar para remaja dan muslimah yang merasa patah hati dengan pernikahan Muzammil Hasballah. Namun dari kejadian tersebut banyak hikmah yang bisa diambil dan diresapi Diantaranya adalah:

Bagi lelaki. Dari kejadian ini kita belajar bahwa perempuan-perempuan lebih memilih dan menyukai seseorang yang hafal Al Quran alias Al Hafidz, baik akhlaknya, luas ilmu agamanya, dan indah suara tilawahnya. Maka berlombalah menjadi seseorang yang hafal Al Quran, luas ilmu agamanya, baik akhlaknya, dan indah suara tilawahnya. Tapi ingatlah bahwa hafalan, ilmu agama, akhlak, dan suara tilawah bukan untuk memikat seorang perempuan, tapi untuk akhiratmu.

Hadist arba’in yang pertama adalah niat. Dari Amirul Mu’minin, Abu Hafsah, Umar bin Khattab ra., ia berkata: saya mendengar Rasulullah Saw. bersabda,

Sesungguhnya setiap perbuatan itu tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Barang siapa yang berhijrah karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Ny, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa yang berhijrah karena dunia yang ia kehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya (akan bernilai) kepada apa yang dia niatkan.” (HR Bukhari & Muslim)

Sehingga dalam hal ini bisa diambil hikmah bahwa seorang mukmin akan diberi ganjaran berdasarkan niatnya, kalau niatnya memperbaiki dan memantaskan diri untuk keridhaan Allah dan Rasul-Nya maka insyaaAllah akan baik dan pantas. Maka bukan tidak mungkin Allah Swt. pun mempersiapkan pasangan yang terbaik bagi setiap hambanya. Namun jika niatnya untuk memikat wanita, maka insyaaAllah akan sesuai dengan apa yang diniatkan yaitu hanya memikat wanita dan mungkin tidak ada harganya di hadapan Allah Swt.

Bagi perempuan. Dari kejadian ini, dapat diambil pelajaran bahwa perempuan yang telah menaruh hati pada seorang lelaki, biasanya (tidak seluruhnya) akan rapuh, baper, dan susah move on. Namun ingatlah bahwa, demi Allah masih banyak ribuan lelaki yang kurang lebih sama atau mungkin lebih kuat hafalannya, lebih luas ilmu agamanya, lebih baik akhlaknya dan lebih indah suara tilawahnya.

Pantaskan saja diri menjadi pribadi yang lebih baik. Yakinlah bahwa Allah Swt. berfirman,

Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula). Mereka itu bersih dari apa yang ditiduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (surga)/” (QS An Nur: 26)

Terkadang kita seringkali kurang sabar ingin dikhitbah. Tidak ada salahnya menikah muda. Tidak salah pula ajakan nikah muda. Hanya kita seringkali lupa mempertimbangkan hukum kita untuk menikah, persiapan kita untuk menikah dan jangan lupa untuk tanya pada diri sendiri, kita butuh menikah atau sekedar mau menikah? Hukum menikah ada lima macam:

Wajib, jika ia tidak segera menikah dikhawatirkan dan sangat memungkinkan terjerumus perilaku zina.

Sunnah, ketika ia sudah mempunyai keinginan untuk menikah dan mempunyai bekal.

Makruh, ketika ia tidak mempunyai keinginan untuk menikah dan tidak mempunyai bekal.

Khilaful Aula, ketika ia hanya memenuhi salah satu, misalnya mempunyai keinginan namun tidak memiliki bekal atau sebaliknya.

Haram, ketika tidak mampu melaksanakan hak sebagai suami/istri jika menikah.

Karena itu, jika memang belum siap menikah akan lebih baik memperbaiki diri dan memantaskan diri serta tetap menjaga diri dari hal yang dimurkai Allah Swt.

Wahai para pemuda, barangsiapa diantara kalian telah mampu untuk menikah maka hendaknya ia menikah, karena menikah dapat lebih menundukkan pandangan, dan lebih menjaga kehormatan. Barangsiapa yang belum mampu maka hendaklah ia berpuasa, karena puasa adalah penjaga dirinya. (HR. Bukhari dan Muslim)

Bukan hanya usaha memperbaiki diri dan memantaskan diri, jangan lupa untuk berdoa. Berdoa demi kebaikan diri sendiri, berdoa agar diberikan jodoh terbaik, dan doakan juga mereka yang sudah menikah maupun yang belum menikah.

Sumber : Mengenal Sosok Wanita Pertama yang Mati Syahid

“Sesungguhnya dibalik penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang berpikir.”

Sumber: AIM (akun line teh Jasmine Unpad)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *