Kesabaran Ummu Sulaim dan Abu Thalhah

Kesabaran Ummu Sulaim dan Abu Thalhah

ummu sulaim dan abu thalhah

Ummu Sulaim dan Abu Thalhah adalah sahabat dari Rsaulullah Saw. Ummu Sulaim mencetak dalam sejarah Islam merupakan wanita yang mendapatkan mahar paling indah. Pada saat itu seorang pemuda tampan dan kaya raya yaitu Abu Thalhah jatuh cinta kepada Ummu Sulaim dan berniat untuk mengkhitbah dan melamar Ummu Sulaim.

Ketika hal tersebut diutarakan kepada Ummu Sulaim, ia tidak memiliki alasan untuk menolak pemuda tampan seperti Abu Thalhah untuk menjadi suaminya. Hanya saja pada saat itu Abu Thalhah adalah orang yang belum beriman kepada Allah Swt. Maka Ummu Sulaim mengatakan jika Abu Thalhah memang bersunguh-sungguh untuk mengkhitbah Ummu Sulaim maka mahar yang diinginkannya adalah keislaman dari seorang Abu Thalhah.

Tidak membutuhkan waktu yang lama, Abu Thalhah pun menghadap kepada Rasulullah Saw. kemudian mengucapkan Asyhadu an-laa ilaaha illallaah Wa asyhadu anna Muhammadan rasulullaah. Maka setelah itu mereka berduapun menikah. Namun harus diketahui keislaman Abu Thalhah memang bukan karena pernikahan tapi memang Abu Thalhah mencintai Allah dan RasulNya. Hal ini terbukti ketika ia memasuki Islam secara kaffah, ia menjadi orang yang begitu membela Rasulullah Saw. dalam setiap peperangan. Bahkan ketika perang Uhud, Abu Thalhah berada di garda terdepan untuk membela Rasulullah Saw. Ketika Abu Thalhah menyatakan keislamannya, ia sangat terkenal dengan ibadahnya, shalatnya, puasanya, sodaqohnya yang luar biasa.

Suatu ketika, ia meminta izin kepada istrinya yaitu Ummu Sulaim untuk pergi beberapa waktu karena ada hal yang harus di kerjakan oleh Abu Thalhah. Ketika ia pergi, anak dari Ummu Sulaim dan Abu Thalhah meninggal dunia. Seluruh keluarga diminta untuk tidak memberitahukannya kepada Abu Thalhah, karena Ummu Sulaim lah yang akan memberitahukannya sendiri mengenai berita ini.

Ketika sang suami pulang, Ummu Sulaim menyajikan makanan yang sangat lezat untuk Abu Thalhah. Malam itu Ummu Sulaim memberikan jiwa raganya untuk melayani sang suami, dan malam itu sang suamipun mabuk kepayang atas pelayanan istrinya tersebut. Seakan-akan malam tersebut adalah malam pertama bagi mereka.

Keesokan harinya, saat Abu Thalhah merasa bergembira, Ummu Sulaim berkata, “Suamiku, bagaimana pendapatmu kalau kita dipinjami sesuatu kemudian diambil oleh pemiliknya?” Maka Abu Thalhah mengatakan, “Maka berikanlah kepada pemiliknya, karena itu hanyalah titipan saja.” Lalu setelah itu Ummu Sulaim pun memberitahukan bahwa anak mereka sudah meninggal dunia, anak mereka sudah diambil oleh sang Pencipta.

Abu Thalhah sangat marah mendengar kabar bahwa anaknya sudah meninggal dunia, ia memarahi sang istri yang tak memberitahu kejadian yang besar ini. Lalu Abu Thalhah mengadu kepada Rasulullah Saw. bahwa istrinya pada malam itu hanya melayani dirinya dan tidak memberitahukan kenyataann bahwa sang anak sudah tiada. Rasulullah Saw. berkata, ”Wahai Abu Thalhah, semoga Allah memberkahi kalian berdua.”

Maka dari kesabaran seorang Ummu Sulaim yang melayani suaminya pada malam tersebut, membuah hasil mereka melahirkan seorang anak yaitu Abdullah. Seorang anak yang dari keturunan mereka adalah seorang penghafal Al Quran.

Kisah ini mengajarkan mengenai kesabaran yaitu kesabaran meninggalkan kemaksiatan seperti Abu Thalhah yang hijrah dari jahiiyah menuju hidayah dan tidak setengah-setengah, ia berhijrah secara menyeluruh. Lalu kesabaran dalam beribadah yaitu Ummu Sulaim dan Abu Thalhah adalah sahabat Nabi yang begitu baik ibadahnya. Dan terakhir kesabaran menghadapi musibah. Ketika mereka mendapatkan musibah maka mereka mengatakan innalillahi wa innailaihi rojiun, segala sesuatu dari Allah Swt. maka akan kembali kepada Allah dan Allah gantikan dengan yang lebih baik semuanya karena SABAR. Alangkah indah orang mukmin ketika diberi musibah ia sabar, dan ketika berbahagia dia bersyukur. Semoga kita termasuk umat yang selalu sabar dan bersyukur.

Baca Juga : Wanita yang Tidak Akan Mencium Bau Surga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *