Larangan Berperilaku Sombong

Larangan Berperilaku Sombong

Islam adalah agama yang mengajarkan akhlak yang luhur dan mulia. Dalam hal kecil pun di dalam Islam di ajarkan apalagi tentang hal yang besar, salah satunya adalah akhlak, dan salah satu tujuan di utusnya Rasulullah Saw. adalah untuk memperbaiki ahlak manusia yang pada saat itu akhlak manusia sangat lah memprihatinkan di dalam hadist juga di katakan,

Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang baik.” (HR Ahmad)

berperilaku sombong

Demikian pula banyak dalil yang menunjukkan pujian bagi pemilik akhlak yang baik dan celaan bagi pemilik yang buruk, salah satu sikap buruk yang harus dihindari oleh kaum muslim adalah sikap berperilaku sombong.

Sikap sombong adalah memandang dirinya berada di atas kebenaran dan merasa lebih di atas orang lain. Orang yang sombong merasa disinya sempurna. (Bahjatun Nadzirin, I/664, Syaikh Salim al Hilali)

Islam melarang dan mencela sikap sombong, Allah Swt. berfirman,

Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak meyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.” (QS Luqman : 18)

Hakekat Kesombongan

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud ra. dari Nabi Saw., beliau bersabda,

“’Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar bii sawi.’ Ada seseorang bertanya, ‘Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?’ Beliau menjawab, ‘Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.’” ( HR Muslim)

Kesombongan ada dua macam, yaitu sombong terhadap al haq dan sombong terhadap makhluk.

Baca juga : Teladan Siti Aisyah ra.

Sombong Terhadap al Haq (Kebenaran)

Sombong terhadap al Haq adalah sombong terhadap kebenaran, yakni dengan tidak menerimanya. Setiap orang yang menolak kebenaran maka dia telah sombong disebabkan penolakannya tersebut. Oleh karena itu wajib bagi setiap hamba untuk menerima kebenaran yang ada dalam kitabullah dan ajaran para Rasulallah Saw.

Sombong Terhadap Makhluk

Bentuk kesombongan yang kedua adalah sombong terhadap makhluk, yakni dengan meremehkan dan merendahkannya. Hal ini muncul karena seseorang bangga dengan dirinya sendiri dan menganggap dirinya lebih mulia dari orang lain. Kebanggaaan terhadap diri sendiri membawanya sombong terhadap orang lain, meremehkan dan menghina mereka, serta merendahkan mereka baik dengan perbuatan maupun perkataan.

Dan juga sebagian salaf menjelas bahwa dosa pertama kali yang muncul kepada Allah adalah kesombongan. Allah Swt. berfirman

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, ‘Sujudlah kalian kepada Adam!’ Maka merekapun sujud kecuali Iblis. Ia menolak dan menyombongkan diri dan ia termasuk golongan yang kafir.’ “ (QS Al Baqarah : 34)

Qotadah berkata tentang ayat ini, “Iblis hasad kepada Adam as. dengan kemuliaan yang Allah berikan kepada Adam. Iblis mengatakan, “Saya diciptakan dari api sementara Adam diciptakan dari tanah”. Kesombongan inilah dosa yang pertama kali terjadi . Iblis sombong dengan tidak mau sujud kepada Adam” (Tafsir Ibnu Katsir, 1/114, cet al Maktabah at Tauqifiyah)

Apakah kita ingin di samakan seperti setan yang senantiasa menyombong kan dirinya naudzubillahhimindalik semoga kita bisa menghindari sipat yang dimiliki oleh syetan.

Sumber : muslim.or.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *