Muslimah, Tirulah kisah teladan Fatimah dan Shafiyyah

Muslimah, Tirulah kisah teladan Fatimah dan Shafiyyah

fatimah dan shafiyyah 1

Kaum hawa dikenal dengan makhluk Tuhan yang lembut, lemah, dan tidak berdaya. Namun hal itu dapat terbantahkan. Saat zaman Rasulullah Saw. banyak wanita-wanita hebat yang patut ditiru kisah teladannya. Dua diantaranya yaitu Fatimah binti Rasulullah Saw. dan Shafiyyah binti Abdul Muthalib.

Fatimah binti Rasulullah Saw.

Dia adalah putri bungsu dari Rasulullah Saw. dengan Khadijah binti Khuwailid. Fatimah dilahirkan beberapa saat sebelum Muhammad Saw. diutus menjadi Rasul. Fatimah dikenal seorang wanita termulia di dunia pada masanya. Dia seorang wanita yang mempunyai pertalian darah kenabian dan keturunan seorang yang terpilih, anak perempuan manusia yang termulia, Rasulullah Saw.

Salah satu Kisah teladan yang bisa ditiru dari Fatimah adalah menjaga rahasia. Ketika sakit yang diderita Rasulullah Saw. semakin berat, istri-istri beliau berkumpul di sekelilingnya. Saat itu Fatimah datang menjenguknya. Setelah mempersilahkan duduk putrinya, beliau membisikkan sesuatu kepada Fatimah. Pada bisikan pertama Fatimah menangis, lalu kemudian ia tertawa setelah bisikan kedua.

Ketika Fatimah beranjak untuk pulang, Aisyah menanyakan apa yang telah disampaikan Rasulullah Saw. sehingga ia menangis lalu tertawa. Namun Fatimah berkata, “Saya tidak akan membuka rahasia Rasulullah Saw.”

Setelah wafatnya Rasulullah Saw., Aisyah kembali mempertanyakan hal tersebut. Akhirnya Fatimah pun menjawab. “Kalau sekarang bolehlah,” seraya melanjutkan.

Pada bisikan pertama Rasululllah menyampaikan bahwa Jibril biasanya setiap tahun mengulang bacaan Al Quran sebanyak sekali kepadanya, tapi tahun ini dia melakukannya dua kali. Hal tersebut beliau yakini sebagai pertanda ajalnya yang telah dekat, maka beliau berpesan kepadaku agar bertaqwa dan bersabar, karena beliau akan mendahuluiku. Mendengar itu aku menangis. Kemudian beliau menambahkan bahwa akulah pemimpin wanita umat ini, dan akulah orang yang paling cepat menyusul beliau, mendengar itu aku tertawa.” (HR Muslim)

Beberapa bulan kemudian Fatimah wafat menyusul Rasulullah Saw.

Shafiyyah binti Abdul Muthalib

Shafiyyah terlahir dari keluarga terpandang dan disegani. Ayahnya adalah Abdul Muthalib, seorang pembesar Quraisy dan ibunya Halah binti wahab, bibi Rasulullah Saw. dari jalur ibu yang notabene juga dikenal sebagai keluarga terpandang.

Ketika keamanan bersama terancam, Shafiyyah harus mampu mengambil tindakan tegas. Inilah yang diajarkan oleh Shafiyyah binti Abdul Muthalib.

Peristiwa ini terjadi di penampungan yang berisi anak-anak dan perempuan muslimah. Saat perang Ahzab terjadi, suatu malam terlihat seorang laki-laki yang mengendap-endap di sekitaran penampungan. Kedatangannya diketahui oleh Shafiyyah. Usut punya usut, laki-laki tersebut dikirim kelompoknya dari Bani Quraizah untuk memata-matai penampungan perempuan muslimah tersebut.

Shafiyyah gelisah melihat gelagat yang tidak baik laki-laki tersebut. Segera ia ikat bajunya dan ia ambil sebongkah kayu besar. Ia beranikan diri untuk memukul laki-laki tersebut hingga tersungkur di atas tanah.

Melihat temannya diperlakukan demikian, kelompok Bani Quraizah beranggapan bahwa penampungan perempuan muslimah dijaga ketat. Akhirnya hal tersebut mengurungkan niat mereka untuk melakukan kejahatan terhadap para perempuan muslimah di penampungan tersebut.

Baca Juga : Rahmah El Yunusiyah, Sosok Pejuang Muslimah

Dari kisah 2 wanita hebat diatas yakni Fatimah dan Shafiyyah kita harus meniru kisah mereka. Kisah Fatimah yang bisa menjaga rahasia dan kisah Shafiyyah yang pemberani. Semoga Allah Swt. selalu bersama kita. Aamiin.

Sumber:

Al Qolam

Kisahmuslim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *