Pemuda Islam yang Ideal

Pemuda Islam yang Ideal

pemuda islam yang ideal

Usia muda merupakan masa-masa dalam hidup seseorang ketika memiliki fisik sehat, akal segar, dan semangat yang kuat. Jika hasrat yang tinggi untuk melakukan suatu perubahan pada diri seorang pemuda dikembangkan ke arah positif, maka para pemuda akan menjadi aset yang berharga bagi bangsa maupun agamanya.

Pemuda adalah para remaja, pelajar, mahasiswa, dan lain sebagainya. Namun, seperti apakah pemuda Islam yang ideal? menjadi sosok pemuda muslim ideal yang menjadi harapan bangsa dan negara tidaklah mudah. Sifat-saifat dasar pemuda muslim ideal yang menjadi dambaan umat yaitu, memiliki aqidah yang benar, dan memiliki ilmu dan tsaqafah Islam.

Nabi Muhammad Saw. bersabda,

Manfaatkan yang lima sebelum datang yang lima yaitu, masa mudamu sebelum datang masa tuamu, masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu, masa kayamu sebelum datang masa miskinmu, masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, dan masa hidupmu sebelum datang masa matimu.” (HR Al Baihaqi)

Masa muda merupakan masa dimana ada banyak peluang untuk berprestasi, berkreasi, dan berinovasi. Allah Swt. memberikan masa muda yang sama bagi setiap orang, yang membedakan adalah penyikapan terhadap masa yang Allah berikan tersebut, apakah akan disalurkan dengan hal-hal yang bermanfaat, atau malah terjerumus ke dalam hal-hal yang merugikan diri sendiri.

Bila seorang pemuda Islam telah dapat mengimani Allah Swt. dan Rasul-Nya, tentunya ia akan selalu mengamalkan ajaran Islam, baik dalam perbuatan dan kehidupan sehari-hari, hingga usaha pendakwahan agama Islam.  Nabi Muhammad Saw. bersabda,

Barangsiapa menyeru kepada kebaikan maka ia akan memperoleh pahala seperti dengan orang yang mengerjakannya. (HR Muslim)

Sosok Nabi Ibrahim as. pada saat beliau masih muda mempunyai sifat cerdas dan kritis terhadap keyakinan yang dianut masyarakat sekitarnya, termasuk orang tuanya sendiri. Kisahnya diabadikan oleh Allah dalam QS Al An’am ayat 74 yang artinya,

Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata kepada ayahnya Azar, ‘Pantaskah engkau menjadikan berhala-berhala itu sebagai tuhan? Sesungguhnya aku melihat engkau dan kaummu dalam kesesatan yang nyata.’” (QS Al An’am : 74)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *