Wanita-Wanita Tangguh di Zaman Rasulullah

Wanita-Wanita Tangguh di Zaman Rasulullah

Wanita Tangguh di Zaman Rasulullah

Peran wanita bukan hanya sebagai Ibu Rumah tangga saja, kaum hawa juga dituntut memiliki peran dalam kehidupan masyarakat. Seorang wanita identik dengan lemah, tetapi ada beberapa wanita yang sangat menginspirasi bagi wanita lain di dunia ini.

Kisah para sahabat Rasulullah memang selalu menarik untuk di bahas, karena di dalam kisah-kisah mereka kita bisa mengambil pelajaran yan sangat berharga untuk kehidupan kita. Akhlak-akhlak yang baik dari para sahabat Rasul yang perlu kita contoh, dengan keteguhan hati mereka senantiasa bersama Rasulullah untuk menyebarkan dan membela agama Islam hingga pada akhirnya Islam masih tetap ada hingga sekarang.

Namun ada banyak kisah juga yang mungkin belum kita ketahui tentang sahabat-sahabat Rasulullah, seperti kisah para wanita tangguh di zaman Rasulullah yang juga tak kalah heroik dengan sahabat-sahabat Rasulullah yang lainnya, berikut adalah beberapa diantaranya :

Nusaibah Binti Ka’ab, Si Perisai Rasulullah Saw.

Ummu umarah adalah panggilan yang ditujukkan untuk Nusaibah binti Ka’ab, ia adalah seorang sahabat Rasulullah dari kalangan wanita yang telah mengukirkan banyak jasa untuk dakwah Islam.

Nusaibah binti Ka’ab adalah wanita yang tangguh lagi pemberani, ia adalah lambang keberanian yang abadi. Kisahnya yang paling dikenal adalah ketika umat Islam berperang melawan orang-orang kafir dalam perang uhud.

Pada saat itu Rasulullah Saw. tengah berdiri di puncak Uhud dan pada saat itu pula para pasukan musuh tengah mendekat ke arah Rasulullah untuk menyerang beliau. Nusaibah binti Ka’ab yang melihat hal itu lalu mencoba melindungi Rasulullah dengan mengibas-ngibaskan pedangnya untuk menghalau anak panah yang mengarah kepada Rasulullah.

Ia berperang dengan sungguh-sungguh dan penuh keberanian, bahkan demi melindungi Rasulullah ia tidak memperdulikan keselamatan dirinya sendiri. Meskipun pada saat itu ia menderita luka-luka di tubuhnya, namun ia tetap berusaha melindungi Rasulullah Saw.

Ketika melihat Nusaibah binti Ka’ab terlukua, beliau kemudian bersabda, “Wahai Abdullah (putra Nusaibah), balutlah luka Ibumu! Ya Allah, jadikanlah Nusaibah dan anaknya sebagai sahabatku di dalam surga.”

Mendengar do’a dari Rasulullah, semangatnya justru menjadi semakin bergejolak dan tidak lagi memperdulikan rasa sakit ditubuhnya akibat luka tersebut dan terus berperang untuk membela agama Allah dan Rasul-Nya, Nusaibah berkata, “Aku telah meninggalkan urusan duniawi.”

Nusaibah pun mengisahkan perjuangannya dalam pertempuran Uhud, “…saya pergi ke Uhud dan melihat apa yang dilakukan orang. Pada waktu itu saya membawa tempat air. Kemudian saya sampai kepada Rasulullah Saw. yang melindungi Rasulullah Saw., kemudian ikut serta di dalam medan pertempuran. Saya berusaha melindungi Rasulullah Saw. dengan pedang, saya juga menggunakan panah sehingga akhirnya saya terluka.”

Nusaibah juga merupakan wanita yang sabar, ia selalu mementingkan kepentingan orang lain. Contoh dari kesabarannya adalah ketika ia menerima kabar bahwa salah seorang putranya syahid, ia tidak bersedih tapi justru ia bangga kareba ia yakin bahwa Allah akan memuliakan anaknya di akhirat kelak.

Selain perang Uhud, Nusaibah bersama suami dan putra-putranya juga ikut dalam peristiwa Hudaibiyah, Perang Khaibar, Perang Hunain dan Perang Yamamah. Dalam berbagai pertempuran itu Nusaibah tidak hanya membantu mengurus logistik dan merawat orang-orang yang terluka, tapi juga memanggul senjata menyambut serangan musuh. Nusaibah meninggal dunia beberapa tahun setelah perang Yamamah.

Khaulah Binti Azur, Pedang Allah dari Kalangan Wanita

Kita tahu bahwa julukan “Pedang Allah” adalah julukan untuk Khalid bin Walid, namun Khaulah binti Azur juga memiliki julukan yang sama yakni “Pedang Allah” dari kalangan wanita.

Ia adalah salah satu sosok wanita tangguh dan pemberani, jiwa dan raganya ia korbankan untuk membela Islam. Pada saat kaum muslimin berhadapan dengan para pasukan Romawi, ia pada mulanya hanyalah sebagai petugas medis dan pemasok logistik bagi para mujahid-mujahidin lainnya.

Namun, semangat jihadnya kaum muslimin yang dipimpin oleh Khalid bin Walid tengah dalam keadaan terdesak. Namun kemudian datanglah seseorang yang dengan gagah perkasa menunggangi kuda dan menyergap pasukan-pasukan musuh dan membunuh mereka.

Pasukan muslimin pun dibuat tercengan dan penasaran. Kemudian panglima Khalid bin Walid mendekati orang misterius itu dan berkata, “Demi Allah yang telah melindungi seorang pejuang yang berani membela agama-Nya dan menentang kaum musyrik. Tolong buka wajahmu.” Namun karena masih banyak musuh yang harus dihadapi, Khaulah tidak menjawab pertanyaan Khalid.

Kemudian Khalid bin Walid kembali bertanya kepadanya, dan Khaulah pun memberitahukan bahwa dirinya adalah Khaulah bin Azur. Mendengar bahwa pejuang yang gagah berani itu adalah seorang wanita sontak para mujahidin kembali terbakar semangatnya untuk berperang melawan musuh-musuh Allah.

Baca juga : 3 Kerugian yang Kita Dapatkan Ketika Meninggalkan Shalat

Itu tadi beberapa wanita tangguh di zaman Rasulullah yang cukup menginspirasi bagi kita para muslimah. Semoga kisah dari para wanita-wanita tangguh di zaman Rasulullah ini bisa bermanfaat dan menjadikan sebagai pedoman hidup kita.

Sumber : makintau.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *